Kemoterapi adalah pengobatan kanker dengan menggunakan bahan kimia kuat untuk menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker. Pengobatan ini umumnya menyebabkan efek samping, seperti mual, muntah, diare, rambut rontok, kehilangan selera makan, kelelahan, hingga demam. Untuk meringankan efek samping tersebut, terdapat beberapa herbal pendamping kemoterapi yang dipercaya berkhasiat.
Herbal pendamping kemoterapi
Beberapa metode pengobatan komplementer dan alternatif dinilai dapat membantu meringankan efek samping kemoterapi.
Namun, Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mencobanya.
Berikut adalah beberapa herbal pendamping kemoterapi.
1. Jahe

Jahe merupakan salah satu bahan alami yang dipercaya dapat mengatasi efek kemoterapi secara alami. Jahe membantu mengatasi mual dan muntah akibat kemoterapi.
Akan tetapi, herbal ini juga bisa mengencerkan darah sehingga konsumsinya perlu dihindari sebelum dan sesudah melakukan operasi.
2. Astragalus

Astragalus dapat membantu meringankan efek samping kemoterapi, seperti mual dan muntah, jika Anda menderita kanker kolorektal.
Herbal ini memiliki efek imunomodulasi, yakni memperbaiki sistem imun yang fungsinya terganggu.
Akan tetapi, astragalus dapat menghentikan beberapa obat agar tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Selain itu, herbal ini tidak selalu cocok dikonsumsi untuk semua pasien. Uji klinis yang lebih besar diperlukan guna memastikan keamanan dan efektivitasnya.
3. Ginseng

Studi dari Mayo Clinic yang diterbitkan dalam jurnal Supportive Care in Cancer pada tahun 2010, menunjukkan American ginseng dengan dosis tinggi dapat membantu mengurangi kelelahan yang terkait dengan kanker.
Sementara itu, Siberian ginseng juga dipercaya dapat mengatasi masalah hilang nafsu makan akibat efek kemoterapi.
4. Guarana

Herbal kanker payudara yang dipercaya berkhasiat adalah guarana. Tanaman merambat ini berasal dari keluarga maple.
Sebagai stimulan alami, guarana dapat membantu mengatasi kelelahan, terutama pada pasien kanker payudara setelah menjalani kemoterapi.
5. Dong quai

Herbal pendamping kemoterapi selanjutnya adalah dong quai (angelica sinensis). Tanaman herbal dalam pengobatan tradisional Tiongkok ini dinilai bermanfaat bagi kesehatan.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Basic and Clinical Pharmacology and Toxicology pada tahun 2007, mengungkapkan dong quai dapat melindungi terhadap kerusakan jantung yang disebabkan oleh doxorubicin (obat kemoterapi).
6. Lidah buaya

Sebuah tinjauan yang diterbitkan dalam Cochrane Database Systematic Review pada tahun 2011, melaporkan konsumsi lidah buaya selama kemoterapi dapat membantu mencegah sariawan pada sebagian pasien kanker.
7. Chamomile

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Hamadan Nursing and Midwifery pada tahun 2017, menunjukkan ekstrak chamomile membantu mengurangi mual yang disebabkan oleh kemoterapi. Namun, tidak berpengaruh signifikan dalam mengurangi muntah.
Walaupun begitu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan cara mengatasi efek kemoterapi secara alami ini.
8. Mint

Mint umumnya digunakan sebagai bahan dalam pasta gigi atau obat kumur.
Namun, kandungan mentol dalam peppermint dapat bertindak sebagai relaksan lambung yang dapat mengurangi mual dan muntah dengan mengendurkan otot perut dan anestesi dinding lambung.
Herbal ini juga memiliki efek menenangkan pada tubuh.
9. Madu
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1556423/original/074531800_1491299592-Madu11.jpg)
Sebuah tinjauan penelitian yang diterbitkan dalam Integrative Cancer Therapies pada tahun 2018, mengungkapkan madu dapat mengurangi gangguan pengobatan dan penurunan berat badan, serta menunda timbulnya mukositis oral (peradangan mukosa mulut) pada pasien kanker yang dirawat dengan kemoterapi.
Akan tetapi, madu dapat menyebabkan gigi berlubang sehingga disarankan untuk menggunakan obat kumur ber-fluoride setelah mengonsumsinya sekaligus menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Efektivitas herbal pendamping kemoterapi
Secara umum, obat herbal tidak seefektif obat yang diresepkan dokter. Namun, penelitian menunjukkan bahwa beberapa herbal dapat membantu pasien kanker dalam mengatasi gejala ataupun efek samping pengobatan penyakit tersebut.
Jika tertarik mencobanya, periksa keamanan, risiko, dan manfaat herbal pendamping kemoterapi yang akan digunakan.
Carilah bukti ilmiah mengenai penggunaan herbal tersebut dari sumber yang dapat dipercaya. Selain itu, Anda wajib untuk berkonsultasi pada dokter sebelum mengonsumsinya.
Pasalnya, herbal dapat berinteraksi dengan obat kemoterapi melalui mekanisme yang berbeda. Sebagian herbal bahkan bisa mengganggu metabolisme obat sehingga membuatnya kurang efektif, misalnya ginkgo, kava kava, grapefruit, atau St John’s wort.
Sementara itu, penggunaan herbal lain berpotensi memicu efek samping kemoterapi, seperti terjadinya perdarahan. Oleh sebab itu, Anda tidak boleh sembarangan dalam mengonsumsi obat herbal.
Referensi
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/chemotherapy/about/pac-20385033
Diakses pada 13 Mei 2022
Web MD. https://www.webmd.com/cancer/cancer-natural-remedies-side-effects
Diakses pada 13 Mei 2022
MSKCC. https://www.mskcc.org/cancer-care/diagnosis-treatment/symptom-management/integrative-medicine/herbs/herbs-botanicals-other-products-faqs
Diakses pada 13 Mei 2022
Asbestos. https://www.asbestos.com/treatment/alternative/herbal-medicine/
Diakses pada 13 Mei 2022
Cancer Research UK. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/cancer-in-general/treatment/complementary-alternative-therapies/individual-therapies/herbal-medicine
Diakses pada 13 Mei 2022
Redalyc. https://www.redalyc.org/journal/1702/170265473012/html/
Diakses pada 13 Mei 2022
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/chemo-side-effects-natural-remedies-88901
Diakses pada 13 Mei 2022
Komentar Terbaru